Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Pulau Sangiang 2016

Pada 19-20 November 2016 saya jalan-jalan ke Pulau Sangiang. Pulau ini berada di selat Sunda. Di Pulau ini anda bisa menikmati snorkling, pantai, dan trekking. Acara ini share cost bersama antara saya, teman dan temannya teman. Saya sudah mengenal 2 dari 11 orang peserta jalan-jalan ini, sudah cukup lah.

Kami sepakat berkumpul di Kampung Rambutan. Setelah semua berkumpul (11/12) , kami mulai berangkat pada jam 00.05 19 November 2016. Kami naik bus AC tujuan Merak. Bus cukup lama berhenti sambil menunggu penumpang. Setelah bus agak penuh, bus mulai melaju dengan kencang karena jalan sudah sepi.

Kami sampai di Ciloegon jam 02.30. Sopir angkot sudah menunggu kami di dekat tempat kami turun. Angkot yang kami naiki cukup gaul dengan ada speaker besar dan tv/monitor 30″++ di dalam angkot. Ini adalah angkot pertama yang pernah aku naiki dengan lantai keramik. Yup, lantai keramik. 12 orang muat dalam 1 angkot. Hanya perlu waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Pelabuhan Anyer. Kami sampai di Pelabuhan Anyer sekitar jam 04.00.

Kami mencari tempat beristirahat sampai matahari terbit. Kami sarapan di warung dekat Pelabuhan Anyer. Beberapa dari kami sempat berganti pakaian di toilet karena agenda berikutnya adalah snorkling. Biaya menggunakan toilet IDR 2,000 per orang atau seikhlasnya karena tidak ada penjaga toilet.

Kami melanjutkan perjalanan menggunakan kapal. Satu jam perjalanan kami sampai di dekat Pulau Sangiang, tempat snorkling pertama. Kami mendapatkan snorkel dan fin yang masih baru, masih belum pernah dipakai (katanya). Kami mulai berenang dan bersnorkling ria dari jam 8-an. Air laut cukup jernih dan kami bisa melihat cukup jelas. Spot pertama ini cukup dangkal sehingga kami harus berenang se-horisontal mungkin agar tidak menendang koral. Ikan cukup banyak dan bervariasi. Saya tidak melihat school of fish ataupun Nemo di tempat ini. Setelah beberapa kapal lain merapat, air laut mulai keruh.

Kami merapat ke kapal dan bergerak ke spot ke-2. Di tempat ini air sudah keruh semenjak kami datang. Sudah ada kapal yang ngetem di sana ketika kami sampai. Ada peti kemas yang ditenggelamkan di tempat ini. Beberapa orang melihat beberapa belut laut yang cukup besar di dekat peti kemas. Spot ini cukup dalam sehingga kami bisa menyelam. Ikan di sini lebih beragam dari spot pertama. Ada beberapa school of fish di tempat ini.

Kami melanjutkan perjalanan untuk merapat ke Pulau Sangiang. Kapal yang kami naiki memiliki keterbatasan, lambung kapal terlalu dalam sehingga tidak bisa masuk jauh ke teluk. Kami harus berganti kapal yang lebih kecil. Pemandangan di teluk cukup indah, mirip menyusuri sungai di Ujung Kulon.

Kami mendarat di Pulau Sangiang sekitar pukul 11.00. Setelah membayar tiket masuk pulau, kami berjalan sekitar 700meter untuk sampai di tempat berkemah. Kami sengaja memilih untuk berkemah dibandingkan menyewa kamar tidur dari penduduk. Di dekat tempat berkemah ada warung dan toilet. Kami harus menimba air dari sumur terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan toilet. Ada biaya kebersihan untuk bisa menikmati fasilitas tersebut. Harga makanan dan minuman di warung sangat bersahabat.

  • Indomie tanpat telor : IDR 5,000/6,000
  • Indomie dengan telor : IDR 8,000
  • Es jasjus : IDR 5,000
  • Es kelapa muda : IDR 7,000/12,000

Setelah makan siang dan beristirahat, sekitar jam 3 sore kami mulai menyusuri pulai bersama guide lokal. Ada 4 spot yang bisa dikunjungi. Saya sarankan untuk menggunakan lotion anti nyamuk sebelum berjalan-jalan karena rute melewati rawa dan cukup banyak nyamuk. Gunakan celana panjang karena banyak rumput tinggi yang bisa membuat kaki tidak nyaman. Spot pertama yang kami datangi adalah Gua Kelelawar. Gua tersebut tersambung langsung dengan laut sehingga setiap beberapa saat ada ombak yang datang. Udara di sekitar gua berbau cukup menyengat dan menurut pendapat saya baunya tidak sedap. Di atap gua kelelawar beterbangan sambil bersuara nyaring. Di bawahnya ada ikan berenang. Menurut informasi dari guide, ada 2 jenis ikan di gua tersebut. Ikan hiu dan bukan ikan hiu. Ikan hiu memakan kelelawar yang jatuh ke air dan “bukan ikan hiu” memakan kotoran kelelawar.

Perjalanan berikutnya agak menanjak karena menuju tebing di atas Gua Kelelawar. Bila beruntung anda bisa mencium aroma Gua Kelelawar di atas tebing. Pemandangan dari atas tebing sangat indah. 3 spot selain Gua kelelawar adalah 2 tebing dan 1 pantai. Cukup banyak orang menikmati pemandangan tebing dan pantai sehingga kami memutuskan untuk tidak mengunjungi pantai tersebut. Total perjalanan yang kami tempuh 2,5km.

Kami menghabiskan waktu di Sangian dengan memasak. Kami hanya memesan 1 kali makan, sisanya kami teman-teman saya yang memasak makanan.

Untuk malam hari, teman-teman saya memasak :

  • Makaroni kornet
  • Samyang
  • Mie
  • Tahu bacem goreng
  • Bakso bacem goreng
  • Makaroni kornet telur dengan saus fu yung hai

Untuk sarapan/makan siang, teman-teman saya memasak :

  • Pisang goreng
  • Bakwan jagung
  • Otak-otak goreng
  • Nasi bakso
  • Roti keju daging

Setelah selesai membereskan tenda dan lain-lain, kami

Sedikit catatan :

  • Jangan datang terlalu pagi, usahakan sampai di Pelabuhan Anyer sekitar 06.00 apabila janjian dengan pemilik kapal jam 07.00
  • Bawa lotion penolak nyamuk
  • Bawa obat gatal
  • Ada sinyal HP pada beberapa bagian pulau. Di tempat berkemah tidak ada sinyal, namun ada sinyal jika berjalan 50 meter ke arah pantai
  • Berkemah di pantai cukup panas di malam hari
  • Banyak hewan di pulau ini : ayam, anjing, domba, kucing, nyamuk
  • Pantai agak kotor, terutama dengan sampah kayu
  • Ombak di pantai cukup besar

Rute secara singkat :

Bus dari Kampung Rambutan sampai Cilegon (2.5 jam) –> Angkot sampai Pelabuhan Anyer (1 jam)–> Kapal sampai ke Pulau Sangiang (1 jam) –> Kapal yang lebih kecil untuk bisa merapat ke teluk di Pulau Sangian (15 menit) –> Jalan kaki sampai tempat camping (15 menit) –> Kapal kecil dari teluk menuju kapal yang lebih besar (20 menit) –> Kapal sampai ke Pelabuhan Anyer, Pulau Jawa (1 jam) –> Angkot sampai ke tempat yang dilewati bus arah Jakarta (1 jam) –> Bus arah Kampung Rambutan (3 jam)

Secara garis besar total waktu dari Jakarta sampai ke Pulau Sangiang adalah 4 jam jalan darat dan 1 jam di atas kapal.

Biaya :

  • Bus Jakarta – Cilegon : IDR 35,000/orang
  • Angkot Cilegon – Pelabuhan Anyer PP : IDR 300,000
  • Kapal kecil : IDR 150,oo0
  • Kapal besar : IDR 2,500,000
  • Guide : IDR 100,000
  • Sewa snorkel : IDR 30,000
  • Sewa fin : IDR 25,000
  • Tiket masuk pulau : IDR 7,000 + IDR 7,500 + IDR 1,000 = IDR 15,500
  • Uang kebersihan : IDR 100,000
  • Satu kali makan : IDR 250,000 untuk 12 orang
  • Bus Cilegon – Jakarta : IDR 26,000/orang

Total biaya yang saya keluarkan (termasuk bekal kelompok dan bekal pribadi) : IDR 450,000

Saya cukup puas dengan pengalaman dan pemandangan yang saya dapatkan dengan mengeluarkan biaya IDR 450,000 meskipun ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan seperti kebersihan pantainya. Saya ingin mengunjungi kembali Pulau Sangiang di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24/11/2016 by in Travelling.
%d bloggers like this: