Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Jakarta Ultra 100 2016

Semua berawal beberapa bulan yang lalu ketika membuka web ayolari.in dan menemukan ada acara lari pada 12 November 2016, Jakarta Ultra 100 2016. Ada beberapa kategori lari :

  • 100k : 100km sendirian
  • 50k relay : 100km berdua, 1 orang 50km
  • 25k relay : 100km ber-4, 1 orang 25km

Saya sadar diri akan kekuatan kaki dan badan sehingga hanya ingin ikut 25k relay. Saya mengumpulkan 4 orang berani untuk mendaftar di acara ini. Setelah beberapa kali gonta-ganti personil, tim kami pun terbentuk dengan formasi Lorenz, Tulus, Wibyan, dan Royan.

Saat pendaftaran sudah harus ditentukan urutan pelari. Acara dimulai jam 18.30 dan selesai maksimal pada jam 12.30 keesokannya. Setiap pelari diberikan waktu 4.5jam untuk menyelesaikan 25km. Rute dimulai selalu dari FX. Jadi pelari memulai dari FX dan mengakhiri di FX sehingga pelari berikutnya hanya perlu menunggu di FX saja. Perhitungan waktu lari sebagai berikut :

  • Pelari pertama(W) : 18.30 – 23.00 ke arah Jakarta Timur
  • Pelari kedua (X) : 23.00 – 03.30 ke arah Jakarta Selatan
  • Pelari ketiga (Y) : 03.30 – 08.00 ke arah Jakarta Barat
  • Pelari keempat (Z) : 08.00 – 12.30 ke arah Jakarta Utara

Pelari berikutnya bisa lari apabila pelari setelahnya menyelesaikan waktu larinya sebelum kuota waktu habis. Semakin cepat pelari pertama menyelesaikan larinya, semakin banyak waktu tambahan bagi pelari kedua, ketiga dan keempat. Setelah saya melihat jadwal lari dan rute lari Sebagai orang yang diberikan tanggung jawab untuk melakukan pendaftaran, saya memilih mendaftarkan nama saya sebagai pelari pertama agar saya tidak perlu lari pada dini hari.

Sebelum race

Sebelum race

Acara ini tidak mensterilkan jalan sehingga pelari harus berhati-hati terhadap pemakai jalan yang lain. Acara ini self-support sehingga pelari diwajibkan untuk membawa peralatan seperti : headlamp, baterai cadangan, lampu kelap-kelip, peluit, handphone, uang tunai dan water bladder.

Saat Acara

Rute lari saya : FX – Semanggi – Pancoran – Cawang – PGC (putar balik) – Cawang – Pancoran – Semanggi (muter-muter di Jembatan Semanggi dahulu) – Bundaran Kuningan – FX

Seorang teman saya, sebut saja 72, ikut acara ini dan mendaftar kategori 100k. Kami memutuskan untuk lari berdua untuk menempuh 25km. Kami lari tidak terlalu cepat. Kami menikmati cuaca yang mendung namun suhu udara tinggi, suara kendaraan, suara klakson, trotoar yang tidak bisa dilewati, kemacetan, dan tentu saja asap hitam bus/truk. Kami berlari mengikuti lampu lalu lintas, sehingga kami terkadang harus menunggu untuk bisa menyeberang. Kami lancar berlari sampai setengah jalan. Water station hanya tersedia 1, di dekat PGC.

Kami lalu berlari lagi. Paha kiri saya kram pada kilometer ke-15. Setelah streching sedikit, saya bisa meneruskan berlari. Saya bisa terus berlari sampai kilometer 20. Kedua paha saya kram sehingga saya tidak bisa terus berlari. Saya menyarankan teman saya untuk duluan karena dia masih punya 80km lagi untuk dilalui dan waktu sangatlah berharga. Saya akhirnya hanya bisa berjalan kaki sampai garis finish.

Saya akhirnya bisa menyelesaikan 25km dalam waktu 3 jam 39 menit 44 detik. Tidak terlalu cepat tapi sudah cukup memuaskan untuk event ultra pertama.

Race result

Race result

jakarta-ultra-100-2016-detail

Umur memang tidak bisa berbohong

Ini adalah race terberat yang pernah saya ikuti. Ada beberapa hal yang membuat saya hanya bisa tahan berlari belasan kilometer sebelum akhirnya menyerah. Bila dibandingkan dengan event dengan jarak lebih jauh (Jakarta Marathon 2016), saya masih bisa berlari lebih dari 20kilometer, setelah istirahat sebentar saya bisa berlari lagi. Pada event ini saya tidak bisa lari setelah kilometer ke-20.

Beberapa hal yang menurut saya berpengaruh terhadap (dan membedakan event ini (self support) dengan event biasa) :

  1. Water Station : Biasanya WS tersedia setiap 5km dan ketika jarak makin jauh biasanya setiap 2.5km. Pada event ini WS hanya ada pada km ke-12 dan di garis start/finish. Hal ini membuat asupan cairan dan makanan perlu dipikirkan.
  2. Peralatan Wajib : Jumlah WS yang terbatas dan persyaratan dari panitia membuat saya harus membawa tas. Saya mengisi tas saya dengan air 1.5 liter dan peralatan wajib lainnya. Tasnya cukup ringan, tapi terasa berat ketika dibawa lari sejauh belasan kilometer. Saya belum terlalu terbiasa berlari dengan membawa tas.
  3. Sterilisasi Rute : Saya perlu berhenti beberapa kali dan terkadang berlari lebih kencang untuk mengejar lampu hijau. Ketika rute steril, saya bisa berlari dengan kecepatan yang lebih stabil dan tidak perlu bermenit-menit diam di perempatan jalan.
  4. Latihan dan Persiapan : Menurutku ini adalah alasan paling penting. Saya kurang latihan. Beberapa minggu (hari) sebelum race, saya malas latihan dan (sedikit) menganggap enteng acara ini. “Ah, 25km ini, bisa lah”. Saya mendapat pengalaman pahit berharga dari event ini. Setiap race itu unik, jangan menganggap remeh event apapun. Seseorang berkata, “Latihan tidak pernah bohong”.
Peralatan lari Ultra

Peralatan lari Ultra dan medali yang saya dapatkan

Setelah menyelesaikan lari saya kembali ke kosan dan harus kembali 9 jam kemudian untuk menyambut pelari terakhir sekaligus berfoto bersama team relay saya. Hasil yang cukup baik mengingat kami ber-4 baru pertama kali mengikuti event seperti ini. Saya puas dengan race ini dan berharap bisa mengikuti race ini tahun depan (kalau bisa sih naik kelas).

Setelah race

Foto team relay Telkomsel Runners setelah race

NB : Teman saya Dhany Ega Satria berhasil finish dalam waktu 17 jam 48 menit 58 detik. Saya gak salah milih teman praktikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23/11/2016 by in lari.
%d bloggers like this: