Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Jakarta Marathon 2016

TLDR : Saya mengikuti Jakarta Marathon 2016 pada 23 Oktober 2016 dan berlari 42.2 kilometer dalam waktu 6jam 12 menit 36 detik.

Salah satu target yang sudah kutetapkan pada awal tahun ini selain lari pulang adalah 1 kali lari marathon. Lari paling jauh yang sebelumnya pernah kulakukan adalah 16.8 km, itupun banyak jalannya.  Aku menggunakan fitur yang ada di Endomondo (premium) untuk membuat rencana latihan marathon.

Aku mendaftar 2 event marathon yang ada di Indonesia : Bali Marathon dan Jakarta Marathon (JakMar). Aku mendaftar jauh-jauh hari, sehingga masih mendapatkan early bird sehingga biaya pendaftaran tidak terlalu mahal. Saat Bali Marathon, ternyata ada acara lain yang lebih penting sehingga fokus langsung aku arahkan ke Jakarta Marathon.

Meskipun sudah membuat rencana lari dengan menggunakan applikasi yang baik, apabila tidak dijalankan akan tidak berguna. Aku sempat beberapa waktu kehilangan motivasi untuk berlari dan beranggapan bahwa aku masih belum siap untuk lari marathon. Untunglah banyak pihak yang mendukung dan memberikan motivasi tambahan sehingga beberapa minggu sebelum JakMar aku sudah berlari dan berlatih kembali. Porsi persiapan yang kurang matang membuatku hanya menargetkan finish sebelum COT, yaitu7 jam.

Pada h-1, saya memilih untuk menginap di kosan teman karena saya tidak yakin bisa bangun pagi. JakMar dimulai jam 05.00 dan jalanan ditutup beberapa menit/jam sebelumnya. Saat sampai di area start (Monas), saya sebenarnya ingin ke toilet, namun apa daya antrian panjang.

Jalannya Lari

JakMar dimulai tepat waktu, jam 05.00. Saya berlari berdampingan dengan beberapa teman 1 komunitas. Setelah beberapa menit, saya merasa mereka terlalu cepat sehingga saya memperlambat tempo dan memisahkan diri. Beberapa waktu kemudian saya sudah sampai di Kota Tua, turun hujan rintik-rintik. Hujan ini hanya sebentar dan tidak terlalu mengganggu, hanya membuat kaos sedikit basah.

Saya terus berlari sambil sedikit menurunkan kecepatan setiap bertemu dengan water station (WS), resmi maupun dari komunitas. Pada setiap WS saya selalu minum air mineral dan air isotonik. Saya sempat berlari di sebelah motor dan mobil karena jalan tidak steril di beberapa tempat. Saya terus berlari sampai kilometer 20an. Saya berhenti dan mampir ke toilet SPBU Pertamina Rasuna Said. Setelah menyelesaikan bisnis di toilet, saya melanjutkan berlari.

kilometer 18, masih segar dengan jeruk di tangan

kilometer 18, masih segar dengan jeruk di tangan

Saya menyelesaikan 21.1 KM pertama (half marathon) dalam waktu sekitar 2jam 35menit. Saya merasa cukup bugar dan belum terlalu capek. Cobaan datang pada kilometer 24. Paha kiriku tiba-tiba kram dan membuatku tidak bisa berlari.

Momen ketika kaki mulai kram namun perjalanan masih jauh

Momen ketika kaki mulai kram namun perjalanan masih jauh

Saya terpaksa berjalan karena paha cukup tegang dan sakit ketika digunakan untuk berlari. Saya berjalan sampai menemukan WS yang ada petugas medisnya. Ketika sampai di WS, saya melihat petugas sedang membantu peserta lari lain dan peserta yang sedang menunggu giliran. Saya memilih untuk berjalan dan ternyata kaki saya sudah cukup enak untuk berlari kecil. Saya sampai di WS berikutnya dan hal yang sama terjadi, petugas medik sedang sibuk. Hal itu berlangsung dari kilometer 25 sampai tiba-tiba sudah kilometer 35.

Salah satu hal yang bisa menjadi motivasi berlari ketika kaki sudah berat adalah adanya fotografer yang menunggu di kejauhan. Akan tampak tidak keren apabila difoto ketika berjalan, saya selalu mendapatkan energi tambahan untuk berlari (dan berpose) ketika melihat kamera dibidikkan ke arahku.

Harus selalu siap sedia apabila ada kamera

Harus selalu siap sedia apabila ada kamera (sekitar kilometer 32)

Cuaca mendung sangat mendukung lari-jalan yang saya lakukan. Hujan mulai turun pada saat aku ada di kilometer 37. Saya kebanyakan minum sehingga pada kilometer 37 sudah sangat ingin ke toilet. Saya berjalan menuju WS dan ternyata tidak ada toilet di WS tersebut. Saya menemukan WS pada kilometer ke 39. Menurutku itu adalah 2 kilometer paling panjang dalam JakMar kali ini.

Salah satu motivasi lain yang membuatku terus berjalan berlari adalah ada satu teman saya, sebut saja Ismail, yang menunggu di kilometer 41. Dia pasti membawa kamera HP sehingga pasti bisa memotretku. Ternyata dia sudah menunggu di antara kilometer 39 dan kilometer 40.

Foto saat kehujanan di kilometer 39++

Foto saat kehujanan di kilometer 39++

Ismail memaksa saya untuk berlari, toh kurang 2 km lagi. Saya sedikit termotivasi dan akhirnya berlari kecil. Bayangkan berlari di bawah hujan bersama orang yang membawa payung, celana jeans, tas kecil, dan tentu saja sandal gunung. Kami berlari bersama dari Bundaran HI sampai Monas. Cukup jauh untuk outfit tersebut. Dia hanya bisa menemani saya berlari sampai 100 meter menjelang finish karena daerah finish hanya untuk peserta saja.

Saya berhasil mencapai garis finish dengan berlari. Saya mencatatkan waktu 6 jam 12 menit 36 detik untuk FM pertama.

Setelah berlari, saya mendapatkan medali finisher dan kaos finisher.

Medali yang perlu pengorbanan untuk didapatkan

Medali yang perlu pengorbanan untuk didapatkan

Saya perlu berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantuku, langsung dan tidak langsung, menyelesaikan Full Marathon pertama.

Pihak yang bisa saya sebutkan tentu saja komunitas Telkomsel Runners yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu anggotanya. Saya berterima kasih juga kepada beberapa orang yang saya pikirkan ketika saya berlari meskipun mungkin mereka tidak tahu.

Saya bertemu dengan banyak pelari dari berbagai komunitas yang memberi semangat meskipun mereka tidak mengenal saya. Suara-suara mereka memberikan tenaga tambahan yang membuatku masih bisa berlari. Makanan dan minuman mereka juga memberikan tenaga tambahan. Saya mengambil hampir semua yang ditawarkan oleh penjaga WS : air mineral, air isotonik, semangka, melon, jeruk, jelly, pisang, air kelapa. Saya menolak tawaran hanya ketika saya ditawari nanas dan ketika sedang kebelet di kilometer 37-39. Saya ingin berterima kasih dengan semua orang yang telah memberi semangat, atau yang telah mengabadikan momen saya berlari dengan kameranya. Rasa terima kasih perlu saya sampaikan juga kepada panitia dan relawan Jakarta Marathon 2016.

Saya bahagia telah mendaftar dan berlari di Jakarta Marathon 2016.

Usai finish bersama perlengkapan. Running belt milik Bonus, HP Milik Putat, dan difoto oleh Tulus

Silo Ren usai finish FM. Perlengkapan pinjaman berupa running belt milik Bonus, HP Milik Putat, dan difoto oleh Tulus.

One comment on “Jakarta Marathon 2016

  1. Pingback: Jakarta Ultra 100 2016 | Gugelberg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29/10/2016 by in lari.
%d bloggers like this: