Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Mengapa naik gunung?

Salah satu teman sependakian Gunung Gede bertanya pada saya :

Apa sih enaknya naik gunung?

Dia lalu memberikan beberapa alasan mengapa gak usah naik gunung. Saya sertakan pengalaman pribadi sebagai bukti bahwa saya setuju dengan alasan yang dia berikan.

Berikut 5 alasan untuk tidak naik gunung :

  1. Capek
    Berjalan menanjak sambil membawa tas beberapa belas kilogram cukup membuat badan pegal. Bahkan sampai beberapa hari setelah naik gunung.
  2. Mahal
    Perjalanan naik gunung paling murah yang pernah saya lakukan kira-kira menghabiskan IDR 30,000. Rata-rata uang yang saya habiskan untuk sekali naik gunung adalah IDR 300,000 dengan pengeluaran terbesar untuk transport. Gunung di dekat Jakarta cukup sedikit. Apalagi bila Anda ingin membeli peralatan untuk naik gunung. Naik gunung bisa murah, tapi terkadang tidak murah.
  3. Susah
    Mayoritas gunung : tidak ada sinyal HP, tidak ada internet, tidak ada listrik, kalau malam gelap, kalau angin berhembus dingin, tidak bisa pesan PHD atau McD, tidak ada toilet, dan perlu memasak sendiri dengan segala keterbatasan yang ada.
  4. Pemandangan bisa lihat di internet
    Pemandangan yang ada biasanya sudah pernah difoto oleh random stranger dengan kualitas foto cukup baik. Jadi apabila Anda hanya ingin menikmati pemandangan, Bing saja.
  5. Berbahaya
    1 2 3
    Seharusnya link di atas sudah cukup sebagai bukti bahwa naik gunung itu bisa berbahaya.

Saya sangat setuju sekali, tetapi ada juga alasan untuk naik gunung.

Berikut 5 alasan untuk naik gunung :

  1. Perjalanan
    saya sangat menikmati berjalan bersama dengan teman dan mengobrol tentang hal yang random. Mungkin ini hal yang paling saya nikmati dari naik gunung. Pengalaman yang bisa diingat di masa depan.
  2. Aktualisasi diri
    Bisa naik ke puncak gunung adalah pencapaian tersendiri. Beberapa orang menganggap gunung itu untuk ditaklukkan dan harus mencoba sebanyak mungkin gunung untuk didaki. Perlu fisik yang prima untuk bisa sampai ke puncak gunung.
  3. Makanan enak
    Salah satu masakan paling enak yang pernah saya makan adalah ketika mendaki gunung. Ketika capek, semua makanan terasa enak.
  4. Mencari cinta
    Seperti kata Koes Plus, “di gunung tinggi kutemui, gadis manis putri paman petani” dan Dewa, “ku daki gunung tertinggi, hanya untuk mencari dimana dirimu“.
  5. Because it’s there
    “Why did you want to climb Mount Everest?”
    “Because it’s there” – George Mallory

Alasan saya untuk naik gunung boleh dibilang 1>3>4>5>2.

Apa alasan mu naik gunung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/01/2015 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: