Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Capek

Saya dan beberapa teman saya akan menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak. Kami sampai di Pelabuhan Merak sekitar jam 12 malam. Kami memutuskan 2 orang (dari belasan orang) untuk menjadi tumbal pengantri. Dari beberapa loket yang ada, hanya ada 1 loket yang dibuka sehingga antrian cukup panjang.

Beberapa dari kami pun berjalan-jalan dan mendengar percakapan terjadi. Percakapan antara 2 orang yang bekerja di Pelabuhan Merak.

Orang 1 : Buka loketnya!

Orang 2 : Capek Pak.

Orang 1 : Capek?

Dan percakapan pun berhenti. Mereka berdua melanjutkan hidup seakan percakapan di atas tidak pernah terjadi.

Saya dan teman-teman hanya bisa membayangkan percakapan di atas terjadi di kantor tempat kami bekerja. Kami sempat berfikir bahwa beginilah rupa instansi yang melayani masyarakat.

Beberapa menit kemudian (kira-kira setelah 20-30 orang telah berhasil membeli tiket), 1 loket kembali dibuka. Untungnya saya sempat melihat loket tersebut dibuka sehingga saya tidak menulis hal yang buruk tentang pelayanan di Pelabuhan Merak.

Dua skenario yang menurut saya mungkin

  1. Orang 2 sudah beristirahat dan tidak capek lagi
  2. Mereka punya selera humor yang baik.

Saya cenderung setuju dengan skenario 2.

NB : Saya berterima kasih kepada semua pegawai yang masih bekerja jam 12 malam di Pelabuhan Merak yang telah membuat kami berhasil menyeberang. You the real MVP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 05/09/2014 by in Percakapan and tagged , , .
%d bloggers like this: