Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Sukoharjo

Saya yang telah lama merantau ke Ibukota akhirnya kembali ke kota kelahiran saya, Sukoharjo. Saya hanya sempat 3 hari di Sukoharjo, 21-23 Juni 2014. Ada beberapa hal yang membuat saya lebih betah dan lebih bangga di Sukoharjo daripada di Jakarta.

1. Jalan yang lapang

Jalan yang lapang

Jalan yang lapang

Sukoharjo meskipun sebagai kota besar namun tetap bisa mengatasi kemacetan. Tidak seperti di Jakarta yang selalu macet. Sukoharjo berhasil mempertahankan luas jalan lebih banyak daripada jumlah kendaraan. Sehingga sangat nyaman berkendara di Sukoharjo.

2. Lajur khusus sepeda

lajur khusus sepeda di Sukoharjo

lajur khusus sepeda di Sukoharjo

Sebagai seorang yang gemar bersepeda, Saya senang ketika menemukan adanya lajur khusus sepeda. Dengan lajur ini saya bisa bersepeda dengan santai dan tidak perlu berebut jalur dengan kendaraan bermotor.

3. Kuliner

Anda bisa menemukan banyak makanan enak di Sukoharjo. Saya akan berbagi 3 makanan yang sempat saya makan selama berada di Sukoharjo.

Tengkleng Mbak Cilik - Solo Baru

Tengkleng Mbak Cilik – Solo Baru

Tengkleng merupakan salah satu makanan wajib yang harus dicoba ketika anda mengunjungi Sukoharjo. Tengkleng merupakan olahan daging atau jeroan kambing. Yang paling enak tentu saja tengkleng otak. Salah satu tempat langganan saya adalah Tengkleng Mbak Cilik di Solo Baru. Tempatnya kira-kira di gang depan Hartono Mall.

Nasi Liwet

Nasi Liwet

Salah satu makanan khas juga di Sukoharjo. Sebenarnya nasi liwet bukanlah makanan favorit saya. Nasi liwet cocok dijadikan sarapan. Anda bisa bertemu penjual nasi liwet pada pagi hari di sekitar bundaran Solo Baru.

Tisada burger - Solo Baru

Tisada burger – Solo Baru

Penjual burger yang berjualan di sekitar bundaran Solo Baru pada malam hari ini sudah berjualan sejak saya SD. Kira-kira sejak 90an. Mungkin umur Tisada Burger ini bisa lebih tua lagi. Saya memesan Tisada Burger hanya untuk bernostalgia. Rasanya masih sama seperti yang saya makan ketika saya masih SD.

4. Harga yang murah.

Harga es teh IDR1500-2000 di Sukoharjo.Di Jakarta harga Es teh berkisar IDR 3000. Harga makanan yang lain juga lebih murah di Sukoharjo.

5. Es teh

Es teh di Sukoharjo lebih enak daripada es teh di Jakarta.

6. Es teh

Anda hanya perlu memesan “Es teh” untuk mendapatkan “es teh manis”. Di Jakarta, anda harus memesan “es teh manis” untuk mendapatkan “es teh manis”. Sebagai orang yang minimal membeli es teh manis 1 kali per hari, saya menghemat 1 kata setiap kali saya membeli es teh (manis tentu saja).

Apabila Anda berwisata ke Sukoharjo, jangan lupa untuk mencoba makanan di atas dan tentu saja es teh.

2 comments on “Sukoharjo

  1. Arumjeni Mitayani
    07/07/2014

    Saya tidak meminum teh manis!

    • gugelberg
      07/07/2014

      teh gak usah manis-manis gpp, yang penting setia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 01/07/2014 by in Sukoharjo.
%d bloggers like this: