Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Gunung Prau

Setelah beberapa bulan berwacana, Saya dan teman-teman semasa kuliah memutuskan untuk berjalan-jalan ke Gunung Prau di Dieng, Jawa Tengah.

Kami berangkat dalam 2 kelompok, 1 kelompok dari Jakarta dan 1 lagi dari Bandung. Kami naik kereta dan turun di Kutoarjo. Total peserta jalan-jalan kali ini 14 orang. Saya, 9 teman kuliah, 1 adik teman kuliah, 1 temannya teman kuliah, dan 1 lagi temannya temannya teman kuliah.

Kami menuju alun-alun Purworejo dan beristirahat sebentar di Masjid Purworejo. Kami membeli sarapan di alun-alun. Sate ayam. Yup, kami makan sate ayam sebagai sarapan.

Kami menyewa minibus untuk mengantarkan kami ke kawasan wisata dieng. Lama perjalanan kira-kira 4 jam untuk sampai ke Kabupaten Wonosobo. Ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi, beberapa diantaranya Candi Arjuna, Kawah Sikidang, dan Telaga Warna. Kami harus menyeberang ke Kabupaten Banjarnegara untuk bisa menuju pintu masuk Candi Arjuna. Kami membeli tiket di loket. Setelah berjalan-jalan di daerah Candi Aruna, Kami berjalan sekitar 400 meter untuk sampai ke Kawah Sikidang. Setelah cukup melihat-lihat Kawah Sikidang, kami melewati Telaga Warna dan menuju tempat pendaftaran untuk pendakian Gunung Prau.

INFO : Anda cukup membeli 1 tiket untuk masuk Candi Arjuna dan Kawah Sikidang tetapi anda harus membeli tiket lagi apabila ingin masuk ke Telaga Warna. Mengapa? Karena Candi Arjuna dan Kawah Sikidang termasuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Telaga warna termasuk wilayah Kabupaten Wonosobo.

Kami mendapat informasi dari penjaga loket di Kawah Sikidang bahwa ada 3 jalur pendakian Gunung Prau. Jalur SMP lebih mudah daripada jalur Patak Banteng. Jalur SMP dekat dengan kawasan wisata Dieng sehingga kami bisa langsung melakukan pendakian. Kami mendaftar dan memulai pendakian. Kami sampai di Bukit Telletubbies setelah berjalan sekitar 3 Jam. Kami membuka tenda kami di sebuah tempat yang sepi, sekitar 10 menit dari spot untuk melihat sunrise. Spot untuk melihat sunrise sangat penuh dengan tenda-tenda sehingga agak kurang nyaman. Tidak usah takut kehabisan spot untuk tenda karena bukit ini sangat luas.

Ponco jamuran sebagai tempat sampah

Ponco jamuran sebagai tempat sampah

Kami turun melalui jalur Patak Banteng. Kami membuktikan bahwa memang jalur SMP lebih mudah daripada jalur Patak Banteng. Kami memerlukan waktu 2 jam untuk turun.

Kami menyempatkan diri makan di Wonosobo dan membeli oleh-oleh (Carica, oleh-oleh wajib dari Dieng). Kami lalu kembali ke Purworejo dan kembali ke kota masing-masing melalui stasiun Kutoarjo.

Pendakian Gunung Prau tidak terlalu berat apabila melalui Jalur SMP. Cocok untuk pendaki pemula seperti saya karena waktu tempuh hanya 3 jam. Tapi apabila melalui Patak Banteng akan lebih berat karena medan lebih curam.

Bagaimana cara mendaki Gunung Prau melalui jalur SMP? Turun lah di kawasan wisata Dieng (Candi Arjuna dkk) dan bertanyalah kepada penduduk sekitar. Hanya ada 1 SMP di daerah tersebut.

NB : Nama jalur ini saya beri nama sendiri karena saya tidak tahu nama aslinya

2 comments on “Gunung Prau

  1. Pingback: Gunung Prau 2 | Gugelberg

  2. dieng
    12/02/2016

    enaknya klo ke prau pas off season sih, gan. jadi lebih leluasa dan ga terlalu ramai hehe

    salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: