Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Papandayan 2

Sekitar 1 bulan setelah saya ke Papandayan, saya kembali diajak teman saya untuk ke Papandayan lagi. Tawaran dari teman saya : Puncak Papandayan. Saya yang pada perjalanan sebelumnya belum berhasil mencapai Puncak Papandayan akhirnya memutuskan untuk ikut.

Setelah bermobil selama 8 Jam, Jakarta-Garut, kami istirahat sebentar di tempat parkir Masjid di pintu masuk Papandayan. Kami menunggu rombongan kami yang berangkat dari Bandung dan Depok. Setelah semua berkumpul, kami memutuskan untuk naik mobil pick up. Kami memakirkan 2 mobil dan membayar kepada penjaga IDR 50k. Harga untuk naik pick up per orang IDR 20k atau apabila anda ingin menyewa 1 pick up cukup dengan IDR 200k. Jalan menuju Camp David masih rusak parah.

Kami sampai di Camp David 45 menit kemudian, membayar pendaftaran, dan naik ke Pondok Seladah. Di perjalanan kami harus mendaftar ulang di Lawang Angin. Waktu yang dibutuhkan dari Camp David-Pondok Seladah 2 jam. Setelah sampai kami mendirikan tenda, memasak, dan beristirahat.

Papandayan sudah sangat menyenangkan untuk pendaki pemula seperti saya. Sudah ada toilet dan penjual makanan di Pondok Seladah, Papandayan. Tapi anda perlu membayar IDR 2000 untuk menggunakan toilet tersebut. Penjual makanan menjual gorengan, pop mie, dan berbagai macam minuman.

Esok harinya, kami bersiap sejak pagi untuk naik ke puncak Papandayan. Salah satu penghuni kemah depan menawarkan diri untuk menjadi pemandu menuju puncak Papandayan. Akhirnya 17 orang berjalan bersama. Karena kelompok di depan berjalan terlalu cepat, kami pun terpisah. 6 Orang menuju Tegal Alun melalui Hutan Mati dan 11 orang menuju Tegal Alun melalui Puncak Gunung Alun-alun.

PUNCAK PAPANDAYAN

Anda bisa mencapai puncak Papandayan dengan berjalan sekitar 1,5 jam dari Tegal Alun. Dari Tegal Alun, berjalanlah ke arah sumber air. Anda harus melewati sungai (sumber air) untuk menuju puncak. Bagi pemakai sepatu, hampir bisa dipastikan sepatu anda akan basah. Dari sungai, akan ada penunjuk arah “puncak”. Di sepanjang sungai ada 2 penunjuk. Anda tinggal mengikuti panah yang ditunjukkan oleh penunjuk jalan. Saya mencapai puncak ketika kabut turun sehingga pemandangan di puncak hanya putih. Penanda puncak hanya sebuah kertas yang ditempel ke pohon.

Puncak Papandayan

Puncak Papandayan

Setelah sampai di puncak Papandayan, kami turun bersama-sama melewati sumber air – Tegal Alun – Hutan Mati – Pondok Seladah. Salah satu pemandangan yang bisa anda saksikan dalam perjalanan menuju puncak Papandayan.

Pemandangan menuju Puncak Papandayan

Pemandangan menuju Puncak Papandayan

Ada 2 hal yang menutup liburan saya di Papandayan ini dengan tidak baik.

  • Ketika berangkat, uang sewa 1 pick up adalah IDR 200k. Ketika kami akan turun, kami diminta membayar IDR 220k karena 20k digunakan oleh sopir untuk membayar calo.
  • Kami menitipkan mobil di Masjid dekat pintu masuk Papandayan. Kami sudah membayar IDR 50k sebelum naik ke Papandayan. Ketika kami turun, kami diminta membayar IDR 50k per mobil oleh orang yang berbeda. Orang ini mengeklaim bahwa orang sebelumnya bukan petugas “resminya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: