Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Nikmatnya hari yang normal

Saya sudah beberapa bulan bekerja di Jakarta. Perusahaan tempat saya bekerja menyediakan beberapa “ekstrakurikuler” untuk diikuti. Saya memutuskan untuk berpartisipasi pada bidang futsal dan badminton. Kedua kegiatan tersebut dilakukan setelah pulang kantor pada hari senin, selasa dan rabu. Hal ini membuat saya sampai di kosan cukup larut malam.

Untuk hari normal, saya biasanya bekerja – Badminton/Futsal – Makan – Mandi – Tidur.

Tetapi suatu saat setelah bermain badminton dan telah sampai di kosan, saya mendapati bahwa kunci kos saya tidak ada. Saya yang sudah letih dari bekerja dan bermain badminton mencari di kantung celana, kantung jaket, dan isi tas. Nihil. Kunci saya bersembunyi. Saya menduga kunci saya tertinggal di tempat bermain badminton. Saya langsung merasa lelah membayangkan harus kembali ke tempat bermain badminton pada siang hari. Dan lebih merasa lelah lagi untuk pergi kesana tetapi tidak bermain badminton. Saya hanya ingin mandi lalu tidur, masalah kunci akan saya pikirkan besok.

Saya yang masih memiliki cadangan pakaian di luar kamar, memutuskan untuk mandi saja dan menginap di tetangga kos. Untuk mandi, saya membutuhkan alat mandi. Alat mandi saya tentu saja ada di dalam kamar saya. Untungnya ada jendela di kamar saya sehingga saya bisa mencoba untuk mengambil alat mandi. Setengah jam berlalu, keringat yang saya keluarkan untuk berusaha mengambil alat mandi sudah sebanyak keringat saya bermain badminton. Saya menyerah dan meminjam alat mandi teman. Saya benar-benar hanya ingin mandi lalu tidur.

Saya mandi seperti biasa. Tiba waktunya untuk membilas badan saya dengan handuk. Setelah membasuh rambut dan badan, saya merasa ada rasa sakit pada beberapa titik. Kira-kira satu kompi pasukan semut yang sebelumnya berada di handuk saya telah berpindah ke badan saya. 1 kompi sisanya masih berada di handuk saya. Sebagai orang normal yang sedang diserang semut di kamar mandi, saya mandi lagi. Lalu saya harus berburu 1 kompi pasukan semut yang masih berkemah di handuk saya sehingga saya bisa handukan dengan tenang.

Setelah mandi, saya menumpang tidur di kamar teman. Karena hanya ada 1 ranjang kecil di kamar tersebut, saya tidur di lantai. Akhirnya saya bisa berbaring dan tidur. Bukan salah satu favorit saya untuk mengakhiri hari tapi tidak terlalu buruk. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak.

NB : Esok harinya saya menemukan kunci kos saya ada di atas meja kerja saya. Awal yang baik untuk memulai hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15/10/2013 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: