Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Celetukan

Dalam perjalan dari Solo ke Jakarta, saya melewati Semarang. Saya naik 1 angkot untuk bisa pergi ke stasiun Poncol. Ini merupakan celetukan yang membuat rutinitas mereka menjadi lebih semarak dan tidak membosankan. Semua celetukan ini saya dengar ketika saya sudah di dalam angkot.

 

Saya sedang duduk diam dalam damai di angkot. Angkot pun berjalan perlahan di sisi kiri jalan. Tiba-tiba dari belakang datanglah sebuah bus jurusan Semarang Solo (menuju Solo).

Kenek : “Solo solo solo” (broadcast kepada orang di pinggir jalan)

Orang di pinggir jalan : “Moh, adoh” –> Gak mau, jauh

 

Angkot yang saya tumpangi sampai di sebuah pasar. Angkot pun berhenti sembari menunggu penumpang (bahasa gaulnya “ngetem”). Sebagai penumpang, ini merupakan hal yang paling menyebalkan, berhenti untuk menunggu angkot penuh. Seorang ibu-ibu di pinggir jalan bertanya.

Ibu-ibu : “Mangkat po ra?” –> Berangkat atau tidak? (berangkat = tidak ngetem lagi)

Sopir : “Yo mangkat lah, opo meh nginep nang kene” –> Ya berangkat lah, apa mau nginep disini (di pasar)

 

Angkot yang masih setengah penuh pun berangkat. Di dalam angkot sudah ada beberapa penumpang dari pasar. Ibu-ibu tersebut duduk sambil mengobrol di dalam angkot. Beberapa meter kemudian ada beberapa penumpang yang ingin naik. Sopir pun berujar.

Sopir : “Mepet-mepet ben ngobrole cerak” –> Mepet-mepet agar ngobrolnya dekat

Saya salut dengan cara sopir meminta penumpang untuk duduk mepet-mepet.

 

Angkot yang sudah penuh melaju dengan cepat cenderung ngasal, seperti angkot-angkot pada umumnya yang sering saya naiki. Ada seorang penumpang yang ingin turun di sebuah tempat.

Penumpang : “Kantor Pos ya pak”

Sopir : “Wah gak bisa, udah tutup. Kalau di depannya mau gak?”

Penumpang : “Iya pak maksudnya di depannya kantor pos”

 

Ada beberapa cara agar mengubah rutinitas yang membosankan menjadi sedikit berwarna. Nikmatilah rutinitas Anda.  Ketika rutinitas Anda tersebut tergantikan dengan rutinitas lain, mungkin Anda akan merindukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 01/06/2013 by in Percakapan, Travelling.
%d bloggers like this: