Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Jembatan Jamsostek

Beberapa hari yang lalu seorang teman saya mengalami musibah di jembatan Jamsostek Gatot Subroto. Beginilah kira-kira ceritanya :
Pada jam setengah 1 pagi, teman saya ingin menyebrang di jembatan jamsostek untuk kembali ke kos. Ketika dia naek jembatan, ada orang sebut saja si A.
ciri2 si A : Penampilan seperti ustad, mengenakan baju koko, setiap akan berbicara membawa-bawa agama, dengan imbuhan Subhanallah/ MasyaAllah / Alhamdulillah
Menurut pengakuan A, beliau adalah seorang ustad dari pesantren di cirebon, dia ingin pulang tetapi tidak tahu jalan sehingga dia bertanya kepada teman saya yang kebetulan lewat. Teman saya memberi tahu A seandainya ingin ke cirebon lebih baik ke terminal kampung rambutan. Ke terminal kampung rambutannya menggunakan taksi saja karena sudah larut malam. Teman saya sudah capek dan ingin cepat pulang, ketika teman saya pamit kepada A, datang satu orang lagi, sebut saja si B.
Ciri2 si B : Penampilan seperti pekerja kantor, membawa tas, tidak mencurigakan sama sekali awal nya

Cerita punya cerita, B juga sedang bingung mencari alamat suatu gedung. Bertanyalah B ke teman saya dan karena teman saya belum pernah mendengar nama gedung tersebut, maka dia menyarankan untuk bertanya kepada sopir taksi seperti si A. Pada saat itu teman saya belum curiga. Ketika teman saya ingin pulang, A mengucapkan terima kasih sembari memberikan sesuatu barang kecil sejenis keris ke teman saya dan ke B, kemudian A meninggalkan tempat tersebut. Teman saya sejak awal sudah tidak peduli dengan keris-kerisan tersebut memutuskan untuk langsung pulang. Tetapi B menahan tokoh utama dan bertanya “kisanak, barang apa yang baru saja kita dapatkan ini? Lebih baik kita menanyakannya ke orang yang memberikan nya kepada kita.”
Dengan terpaksa tokoh utama mendatangi A. A langsung menjelaskan bahwasanya barang tersebut merupakan barang sakti yang sudah didoakan dengan bunga bla bla bla dan waktu malam bla bla bla. Intinya, teman saya harus menjaga baik-baik barang tersebut karena akan membawa keberuntungan. Tokoh utama ketakutan dan meminta doa ke Allah untuk dilindungi dari kemusyrikan.

Cukup dengan prolognya, saatnya inti cerita. Singkat cerita, A berhasil berkali-kali menebak apa yang akan dilakukan si B. B dalam cerita ini (menurut pengakuan B) membawa uang 10 juta untuk diantarkan ke gedung tidak terkenal untuk keperluan kantor. B mulai percaya dengan A. Tetapi anehnya, A tidak pernah berusaha menebak ke teman saya. A mengajak B dan teman saya untuk berjalan menuju arah halte lipi. Menurut A apabila langkah mereka berat berarti mereka banyak dosa, seandainya ringan berarti amalnya baik. Untungnya teman saya lancar sampai ke halte lipi yang membuktikan bahwa teman saya beramal baik.
B dan teman saya ditanya-tanya tentang pekerjaan, penghasilan, tabungan, dan amal. A meminta mereka mengeluarkan kertas dan menulis Bismillah. Teman saya menulis menggunakan bahasa arab, tetapi oleh A diminta menggunakan huruf biasa saja (-__-“). Lalu berikutnya mereka diminta menulis nama bank, no rekening, dan pin –> yang ini keterlaluan anehnya sehingga teman saya mengisinya seperti mengisi soal ujian, dengan ngasal.

A meminta teman saya dan B untuk mengeluarkan uang 2ribu. Didoakanlah uang itu dan tiba-tiba dari mulut A keluar 2 peniti (Seandainya setiap berdoa A bisa mengeluarkan peniti, mungkin A akan mempunyai pabrik peniti sekarang dan kita tidak perlu impor peniti dari Cina lagi). 2 peniti tersebut ditusukkan ke uang 2ribu mlik B dan teman saya. A meminta mereka untuk melepas peniti itu dari uang 2ribu untuk membuang sial. Sambil melepas peniti (yang penuh dengan air liur A), mereka harus berjalan menjauh dari tempat mereka ngobrol. Syarat kedua, B dan teman saya harus saling percaya sehingga ketika membuang peniti tersebut semua barang harus dititipkan satu sama lain. B berjalan untuk membuang peniti sehingga tas yang (katanya) berisi 10jt itu dibawa teman saya. Berikutnya giliran teman saya membuang peniti. A meminta teman saya membuang peniti diseberang jalan. Teman saya harus menyeberang jembatan lipi. Sebelum teman saya berjalan, semua barang dia dimasukkan ke tas yang kemudian dititipin ke B.

Disini sisi anehnya (semi hipnotis), teman saya tiba-tiba menjadi ngasal dan mempercayakan semua barangnya kepada B. Teman saya baru sadar ketika berada di tengah jembatan dan menyadari bahwa A dan B sudah menghilang dari tempat tersebut. Sepertinya ada pihak ke 3 yang sudah siap membawa kendaraan. Teman saya turun ke bawah sambil teriak minta tolong. Tetapi namanya malem-malam di jakarta, tidak ada orang peduli.
Teman saya meminta tolong kepada satpam di gedung yang sedang dibangun. Tetapi karena mereka kekurangan personil, maka teman saya disarankan untuk pergi ke gedung telkom. Personil satpam gedung telkom sangat banyak, teman saya ditolong, diberi minum, dan diarahkan untuk memblokir kartu ATM. Teman saya menanyakan saldo terakhir tetapi tidak diperbolehkan oleh peraturan bank, tetapi dia mendapatkan info bahwa baru saja ada transaksi yang fail. Tentu saja karena tadi pin yang diberikan bukan pin yang sebenarnya. Satpam akhirnya mengantarkan teman saya kembali ke kosnya.

NB : Kisah diatas merupakan kisah nyata dengan sedikit bumbu hasil kebosanan pemilik blog ini. Saya mendapatkan informasi tambahan dari beberapa orang bahwa memang Jembatan Jamsostek itu berbahaya. Ada beberapa rekan saya yang dipalak. Berhati-hatilah kawan!

2 comments on “Jembatan Jamsostek

  1. shidqi
    28/06/2013

    Di bandung juga ada loh di jalan dago, kayaknya kisaran jamnya sama deh…

    • gugelberg
      28/06/2013

      Jalan dago bagian mana? kan panjang tuh. biar saya kalau ke Bandung lebih berhati-hati. modusnya sama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30/05/2013 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: