Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Tangga Darurat

Beberapa etika di lift/elevator yang (hampir) selalu saya lakukan :

  1. Tidak menggunakan lift untuk perpindahan 1 lantai. Seandainya Anda naik lift dari lantai 1 menuju lantai 10. Pada lantai 3 ada orang yang naik lift “hanya” untuk ke lantai 4. Tentu saja ada kasus khusus apabila orang tersebut membawa banyak barang, sudah berumur, dan kasus khusus lainnya. Terlebih apabila ada manusia muda nan enerjik menggunakan lift hanya untuk naik 1 lantai. Tidak salah, hanya saja menurut saya tidak patut.
  2. Kentut di lift : Syarat kentut di lift adalah tidak berbau, tidak bersuara, dan tidak mematikan. Namun lebih baik Anda tahan saja sampai keluar dari lift. Seperti yang sudah anda ketahui bahwa lift merupakan ruangan (semi) tertutup. Bau kentut akan sangat mengganggu dan lama hilangnya dari lift tersebut. Terlebih lift di labtek 8. Suara kentut di lift akan membuat harga diri Anda (apabila ada) akan jatuh. Tentu hal tersebut ingin Kita hindari.

Saya ingin turun ke lantai 12 dari lantai 15. Bagi yang belum tahu, ada beberapa angka yang dihindari pada sebuah bangunan. Beberapa angka tersebut adalah 4, 13, dan 14. Alasan penghilangan angka tersebut (mungkin) adalah angka-angka tersebut dianggap sial. Jadi dari lantai 15 ke lantai 12 hanyalah berbeda 1 lantai. Saya memutuskan untuk menggunakan tangga darurat.

Saya menemukan tangga darurat dengan cukup cepat (carilah tulisan EXIT). Lalu saya buka pintunya, masuk ke tangga darurat, turun 1 lantai, dan membuka pintu lantai 12.

Pintu pun tidak terbuka.

Saya tidak panik, saya kembali ke lantai 15 dan membuka pintu.

Pintu pun tidak terbuka.

Ternyata pintu pada tangga darurat adalah pintu searah. Anda hanya dapat membukanya dari arah dalam gedung saja. Saya tidak panik. Saya mencoba peruntungan di lantai 16, 11, dan 10. Tidak ada satu pun pintu yang terbuka.

Saya menelpon teman sekantor untuk membukakan pintu. Tapi tidak ada teman yang bisa karena gedung tempat saya terjebak bukan lah gedung kantor saya. Teman-teman saya sedang berada di gedung lain. Saya tidak panik.

Sambil melihat baterai hp saya yang tinggal 1 setrip. Saya memutuskan untuk segera panik.

Tiba-tiba ada suara dari atas, dan muncul lah seorang laki-laki yang berpikiran sama seperti saya. Kami pun terjebak berdua di lantai 12 dan tidak bisa keluar dari tangga darurat. Saya tidak panik lagi.

Tiba-tiba lewatlah seorang wanita di depan pintu dan dia membukakan pintu untuk kami. Akhirnya saya bisa bebas dari tempat tersebut.

Pelajaran yang bisa saya petik : Terkadang tidak salah naik atau turun 1 lantai dengan lift, terlebih jika pintu tangga darurat merupakan pintu searah. Apabila Anda ingin menggunakan tangga darurat, jangan tutup pintunya. Sehingga apabila pintu di lantai yang Anda tuju tidak bisa dibuka, Anda tidak akan terjebak.

 

One comment on “Tangga Darurat

  1. Ace of Diamond
    11/04/2013

    Yang ini menghibur banget, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/04/2013 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: