Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Copet 2 dan Copet 3

Kedua kawanan copet ini saya temui dari perjalanan menggunakan bus Semarang-Solo. Setelah pertemuan pertama saya dengan Copet 1 , saya lebih berhati-hati ketika naik bus umum. Kedua kawanan ini menggunakan modus yang cukup mirip. Ini adalah ciri-ciri kawanan copet di bus ekonomi Semarang – Solo :

  1. Berkelompok : kedua kawanan ini sama-sama mempunyai anggota 3 orang
  2. Berdiri  : (Hampir) Semua anggotanya berdiri meskipun bus tidak penuh (masih ada kursi kosong)
  3. Berpencar : Dengan pembagian 1 : 2 . Tujuannya adalah untuk menjepit korban dari depan dan belakang sehingga mereka bisa leluasa mengambil barang korban dari 2 arah.
  4. Korban : Saya dan beberapa orang yang membawa tas. Semakin besar tas semakin baik. Tas punggung lebih diincar karena tugas orang yang di depan adalah menghalangi jalan korban dan tugas orang yang di belakang adalah mengambil barang dari tas korban.

Jadi cara pencopet bekerja (modus operandi) seperti ini :

  1. Masuk ke bus dengan berkelompok dan memilih korban
  2. Berpencar sehingga arah manapun yang diambil korban, selalu bisa diserang dari depan dan belakang (biasanya korban diarahkan untuk turun lewat belakang)
  3. Menunggu korban turun, dan ketika korban sudah berdiri dan menuju pintu keluar (biasanya penumpang sudah berdiri meskipun belum sampai tempat tujuan). Saat itulah kawanan copet menghalangi jalan dan mengambil barang dari tas/kantung korban.

Bagaimana cara saya lolos dari 2 kawanan copet :

  1. Ketika sedang dijepit, saya (yang sudah curiga) menabrak dan menggoyang-goyangkan tas saya sambil menatap tajam. Tatapan saya kira-kira (menurut saya) bisa diartikan : Saya tahu kalian copet, cari korban lain sana! Akhirnya mereka menyerah dan saya bisa lewat dengan lancar.
  2. Yang ini sedikit beruntung, saya sudah tahu mereka copet tetapi saya tidak ada pilihan kecuali turun melewati “jalan” yang mereka sediakan. Untungnya ketika akan dijepit, bus sedang berbelok dengan kecepatan tinggi sehingga ada copet yang terpental. Saya langsung mengambil kesempatan dengan berjalan melewati mereka.

Sekarang bus jurusan Semarang-Solo sudah eksekutif semua sehingga copet tidak bisa beraksi dengan bebas dan mereka harus menggunakan cara lain yang lebih efektif. Berhati-hatilah dan selalu ingat pesan Bang Napi!

3 comments on “Copet 2 dan Copet 3

  1. hafidh al afif
    12/03/2013

    hahaha siap bank napi

  2. Pingback: Copet 4 | gugelberg

  3. Pingback: Copet? | Gugelberg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12/03/2013 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: