Gugelberg

"All grown-ups were once children… but only few of them remember it.” ― Antoine de Saint-Exupéry

Makanan Spesial

Saya sedang bersama dua orang teman memesan makanan di foodcourt pada salah satu mall. Teman saya sedang ngidam rawon dan melihat ada menu Rawon Spesial. Percakapan pun terjadi.

Teman 1 :  Mbak, rawon yang gak spesial ada tidak?

Mbak2   : Wah, ga ada mas.

Teman 1 : Itu rawon spesialnya apa?

Mbak2  : Pake kecambah dan telur asin

Kami pun saling pandang dan berpikir, dimana spesialnya rawon itu. Karena teman saya sudah mengidam, maka diapun memutuskan untuk memesan Rawon Spesial tersebut. Teman saya yang lain pun memesan Soto Kudus.

Teman 2 : Mbak, itu bedanya soto yang campur dan pisah apa ya?

Mbak2  : Kalau yang campur itu nasi dan sotonya dicampur, kalau yang pisah ya dipisah nasi dan sotonya.

Teman 2 : Lho, kenapa yang pisah lebih mahal?

Mbak2   : Karena nasinya dipisah.

 

Saya pun memutuskan untuk tidak memesan makanan di toko tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23/01/2013 by in Percakapan.
%d bloggers like this: